oleh

Arbanur Rasyid: Tak Ada Paslon Walkot Padangsidimpuan yang Bermasalah

Padangsidimpuan – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan, Dr Arbanur Rasyid mengimbau masyarakat agar tidak percaya terhadap isu hoak yang menyebut adanya kandidat yang tidak memenuhi syarat (TMS) sebagai pasangan calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan, Sumatera Utara.

Arbanur menegaskan, hingga saat ini tetap tiga paslon pada Pilkada Serentak 2018 di Kota Salak itu.

Belakangan, jelang pesta demokrasi di Padangsidimpuan, ada muncul isu yang menyebut paslon nomor urut 3, Irsan Efendi Nasution, SH dan Ir H Arwin Siregar MM, TMS, karena Irsan disebut-sebut belum mengundurkan diri dari jabatannya sebagai anggota DPRD Padangsidimpuan.

Namun dengan tegas, Arbanur membantah isu tersebut.

Arbanur menjelaskan, terkait dengan pencalonan paslon nomor 3, Irsan Efendi Nasution SH dan Ir H Arwin Siregar MM, diatur dalam PKPU nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, walikota dan wakil walikota. Dalam PKPU tersebut berhubungan dengan paslon walikota Padangsidimpuan nomor 3, ada pada Pasal 69 ayat 1 dan ayat 5.

“Pada Ayat 1 disebutkan, bagi calon yang berstatus sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil wajib menyampaikan keputusan pejabat yang berwenang tentang pemberhentian sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, Anggota Tentara Nasional Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan Pegawai Negeri Sipil kepada KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP Kabupaten/Kota paling lambat 30 (tiga puluh) hari sebelum hari pemungutan suara,” jelas Arbanur, kemarin.

Kemudian dipertegas pada ayat 5, yang berbunyi, bahwa calon yang tidak menyampaikan keputusan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (4), dan tidak dapat membuktikan bahwa pengunduran diri sedang dalam proses, dinyatakan tidak memenuhi syarat.

“Nah, kemudian pertanyaan selanjutnya adalah, bahwa setelah kita cermati dengan kawan-kawan (Komisioner) KPU beberapa minggu yang lewat. Pak Irsan itu, sudah melakukan proses yang didahului dengan proses permintaan PAW dari Golkar yang diberikan kepada DPRD Kota Padangsidimpuan,” ungkapnya.

Dia menerangkan, DPRD Kota Padangsidimpuan meneruskan hal ini (Surat PAW) kepada KPU untuk dilakukan PAW. Selanjutnya, KPU Kota Padangsidimpuan juga sudah membalas surat dari Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan terkait siapa calon pengganti ‎tersebut.

“Setelah itu, DPRD meneruskan ini (Surat KPU) supaya dilakukan PAW kepada Pemko Padangsidimpuan untuk segera diurus ke Pemprovsu. Dan Pemko Padangsidimpuan meneruskan kepada Biro Otonomi Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Kira-kira 3 hari yang lewat, mohon maaf, saya sudah mendapat Surat dari Gubernur Sumatera Utara berupa tembusan, kepada Ketua KPU Padangsidimpuan tentang Pemberhentian Irsan Efendi Nasution SH sebagai anggota DPRD yang ditandatangani oleh Gubernur Sumatera Utara,” tegasnya.

Dengan begitu, kata Arbanur, masyarakat diminta agar tidak mudah percaya terhadap isu yang belum tentu kebenarannya.

“Artinya, saya ingin tegaskan bahwa pencalonan Pak Irsan Efendi Nasution tidak menjadi masalah. Karena dia sudah melakukan proses sampai keluarnya surat (SK) dari Gubernur Sumatera Utara. Sehingga dalam memandang ini juga, harus jujur juga kita, jangan dimunculkan Pasal 69 ayat 1 saja, tapi juga harus dimunculkan ayat 5, karena itu kata kunci terhadap ayat 1 itu,” tukasnya.

Dikatakannya, segala proses keputusan yang telah diambil oleh KPU Kota Padangsidimpuan terkait Pancalonan sudah sesuai dengan PKPU nomor 3 tahun 2017.

“Saya berharap bertandinglah secara objektif. Kepada masyarakat, nilailah program-program yang ada untuk 5 tahun ke depan, seperti yang sudah disampaikan pada penyampaian visi-misi di Kota Padangsidimpuan. Untuk itu, jangan bimbang dan ragu, calon walikota dan wakil walikota tetap ada 3, nomor 1 disebut dengan Beres, nomor 2 disebut dengan Bisa, dan nomor 3 disebut dengan Bersinar. Silahkan saja pilih yang mana, yang jelas bahwa suara menentukan nasib Kota Padangsidimpuan untuk 5 tahun ke depan,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed