oleh

Gadis Cilik Berparas Ayu Itu Pingin Sekolah

Sibolga – Bocah perempuan yang menjadi korban dalam kasus dugaan cabul berinisial FS (8) tak mau larut dengan kejadian pahit yang dialaminya.

Gadis cilik berparas ayu itu terlihat ceria dan aktif diajak berbicara. Kendati sekali-kali, ia menutupi wajahnya dengan boneka.

Rohaya (63), nenek FS bercerita, cucunya itu pernah sekolah. Namun karena tak punya biaya, FS tak sekolah lagi selama tiga bulan terakhir. Padahal, FS memiliki niat untuk melanjutkan sekolahnya.

“Cucuku ini sempat sekolah sampai kelas 2 SD. Kalau ditanya soal niat, cucuku ingin melanjutkan sekolahnya lagi,” ujar Rohaya di kediamannya di Gg di Jl Sutoyo Siswomiharjo Sibolga, Senin (11/6) malam.

Rohaya mengaku akan berjuang keras agar bisa cucunya bisa sekolah lagi dari hasil keringatnya sebagai tukang kusuk.

Maklum, kondisi ibu FS saat ini mengalami gangguan jiwa dan hanya berada di rumah. Sedangkan ayah FS telah berpisah dengan ibunya.

“Saya yang merawat cucuku ini sejak kecil hingga dia sekolah. Ayahnya sudah menikah lagi dan memiliki seorang anak. Ayah FS tinggal di Aek Habil,” tutur Rohaya.

Rohaya yang 25 tahun berprofesi sebagai tukang kusuk ini menambahkan, rencananya tahun ini cucunya akan sekolah lagi.

“Iya tahun ajaran baru 2018 ini, dia akan sekolah lagi,” imbuhnya.

Sebelumnya, tersangka pelaku cabul berinisial ASN yang diketahui pernah menjabat Lurah Kota Beringin, Kota Sibolga, ditangkap Polisi dari tempat kos-nya, persis di samping rumah Rohaya, Sabtu (9/6) lalu.

Polres Sibolga melalui Kasubbag Humas Iptu R Sormin membenarkan penangkapan tersangka ASN.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka ASN (45) mengaku melakukan perbuatan cabul terhadap Mawar (nama disamarkan,red) seorang bocah perempuan berusia 7 tahun,” ujar R Sormin dalam keterangan tertulis, Senin (11/6).

Tersangka ASN mengaku, perbuatannya itu dilakukan sebanyak satu kali di rumah korban pada April 2018 lalu.

“Tersangka tidak ingat hari dan tanggalnya, sekira pukul 18.00 WIB, korban datang ke rumah yang dikontrak

tersangka guna meminjam handphone untuk main game,” sebut Sormin.

Tersangka ASN melapas 76E UU 35/2014 tentang perubahan atas UU 23/2002 tenang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. (red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed