oleh

Tulang Bejad, Bere Kandung Dicabuli

Sibolga – Melati (nama samaran) warga kelurahan Aek Parombunan, Kecamatan Sibolga Selatan, Kota Sibolga menjadi korban dugaan pencabulan oleh Tulang (paman,red) kandungnya sendiri.

Tersangka berinisial JGS alias J (37) warga Jl Jend. Sudirman, Kelurahan Aek Parombunan, kota Sibolga. Sehari-hari, tersangka berprofesi sebagai tukang becak bermotor.

Kejadian itu mulai terkuak pada Rabu 25 Juli 2018, saat ibu korban Erika Sitompul (48) penduduk Jl Kol H Eben Ezer Sigalingging, Aek Parombunan mendengar ucapan kakak korban bernama Imelda Cristy Sitorus ke Melati yang mengatakan agar adiknya tidak mendekati tulangnya lagi. Melati kemudian menceritakan aksi cabul yang dilakukan tersangka.

Mendengar pengakuan korban, ibu korban kemudian mendatangi pelaku. Namun pelaku membantah.

Ibu korban selanjutnya melapor ke Polsek Sibolga Selatan pada Jumat 27 Juli 2018 sekitar pukul 13.00 WIB.

Kapolsek Sibolga Selatan AKP J.Malau lalu memerintahkan Kanit Reskrim Ipda E.Tampubolon melakukan penyelidikan. Kemudian tersangka diamankan dan diserahkan ke unit PPA Polres Sibolga.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin H Hariandja melalui Kasubbag Humas Iptu R.Sormin, melalui keterangan tertulis, Kamis 2 Agustus 2018 mengatakan aksi pencabulan terjadi pada Jumat 1 Juni 2018 lalu. Dan korban merupakan anak kakak kandung dari JGS.

“Tersangka mengenal Melati, dimana korban merupakan anak kandung JGS. Aksi pencabulan itu terjadi di perbukitan kelurahan aek parombunan, sekitar pukul 14.00 WIB, dan baru dilakukan sekali,” jelas R.Sormin.

Kronologis

Pada Kamis 31 Mei 2018 korban (Melati) datang ke rumah tulangnya. “Kapan kita bisa ambil tanah Tulang, untuk tugas sekolah. Kami disuruh mengumpulkan tanah hitam,” tanya Melati ke tersangka.

“Melihat nantilah dan tengok besok,” jawab tersangka kepada korban.

Kemudian keesokan harinya, Jumat 1 Juni 2018, korban datang lagi kerumah tulangnya itu. “Jadinya kita ambil tanah itu tulang? Tanya korban.

“Kapan dikumpulkan bere (sebutan ponakan,red)? tanya tersangka. “Besok tulang,” sahut korban.
Selanjutnya tersangka mengambil parang dan cangkul, kemudian korban dan pelaku berangkat menuju perbukitan kelurahan Aek Parombunan Sibolga.

“Tersangka ditahan di RTP Polres Sibolga diduga melapas 76E Jo pasal 82 ayat (1) undang-undang RI no 35 tahun 2004 tentang perubahan atas UURI no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed